Presiden Prabowo Terima Kepala BRIN di Istana, Bahas Riset Karhutla Hingga Vaksin Malaria

Nasional13 Dilihat

Jakarta, MITRA TNI.ID – Presiden Prabowo Subianto menerima Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Kepala BRIN melaporkan perkembangan sejumlah riset strategis, mulai dari penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pengembangan energi alternatif dari limbah sawit, percepatan riset vaksin dan obat herbal, hingga pemanfaatan teknologi untuk mengatasi persoalan sampah.”Bapak Presiden terus memantau karhutla dan terus menekankan betapa hasil riset untuk memecahkan masalah karhutla baik jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang ini harus dilakukan,” tutur Kepala BRIN.

Dalam penanganan karhutla, BRIN telah berkolaborasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Kehutanan, serta TNI Angkatan Udara dalam pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), termasuk melalui operasi dry ice.

Selain penanganan jangka pendek, BRIN juga melakukan riset jangka menengah dan panjang, termasuk pengembangan model perambatan api untuk mengantisipasi karhutla pada masa mendatang.

Di bidang energi, Kepala BRIN melaporkan potensi pemanfaatan limbah sawit menjadi biogas dan energi listrik. Arif menyebutkan potensi limbah cair pengolahan sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME) dan tandan kosong sawit dapat dikonversi menjadi listrik dengan kapasitas sekitar 3,9 gigawatt.”Jadi saat ini kita mengimpor LPG kurang lebih 97 triliun per tahun, dengan adanya biogas yang bisa dikonversi menjadi gas tabung, saya kira ini akan menjadi salah satu solusi energi kita ke depan,” ucap Arif.

Pada bidang kesehatan, Kepala BRIN melaporkan perkembangan riset vaksin malaria dengan empat kandidat vaksin yang tengah dikembangkan.

Presiden Prabowo menginstruksikan agar proses riset dipercepat, dengan harapan pengembangan vaksin dapat selesai tiga tahun lebih cepat.”Bapak Presiden minta agar proses riset terkait dengan vaksin ini dipercepat. Dan kita berharap dengan support dari Bapak Presiden, ini bisa kita percepat tiga tahun lebih cepat dari seharusnya,” ujar Arif.

Arif menjelaskan pengembangan vaksin malaria juga berpotensi menjadi kontribusi Indonesia bagi dunia, terutama untuk mengatasi jenis parasit yang belum memiliki vaksin seperti Plasmodium vivax. Selain vaksin, BRIN mengembangkan riset obat herbal untuk memperkuat kemandirian obat nasional, dimana saat ini terdapat 19 kandidat obat herbal untuk masuk pada fitofarmaka.

Terkait persoalan sampah, Presiden Prabowo mendorong percepatan penerapan teknologi hasil riset agar dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.

BRIN akan berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk memberdayakan perguruan tinggi dalam membantu penanganan sampah di desa-desa.”Bapak Presiden mengarahkan bagaimana teknologi-teknologi level rumah tangga dan level desa ini segera diimplementasikan.

Karena BRIN memang bukan lembaga yang bertugas memproduksi, kita hanya membuat prototype, tapi kita ingin memastikan prototype yang kita buat ini membawa manfaat dan bisa digunakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Arif menegaskan penerapan hasil riset tersebut diharapkan dapat mendukung gerakan ASRI yang dicanangkan Presiden Prabowo sekaligus memastikan inovasi nasional memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *